Mengapa cinta membuatku mencintaimu ketika pada saat yang
sama kau mencintai orang lain yang bukan aku? Jika kamu tau, aku sudah berusaha
melupakan kamu yang memenuhi ruang terpencil di otakku. Tapi nyatanya gagal. Aku
tak bisa melakukan itu. Aku fikir, rasa ini tak akan pernah lebih dalam dari
sebelumnya. Tapi ternyata aku salah, saat ini aku sudah teralu dalam
mencintaimu. Rasanya aku selalu ingin menangis ketika melihatmu, karena aku
sadar kamu tidak mungkin mencintaiku. Kamu mencintai dia, bukan aku. Dan kubiarkan
rasa ini menyakitiku. Karena melihatmu tersenyum, adalah kebahagiaan yang
sederhana bagiku. Bukankah itu yang dilakukan setiap wanita? Melihatmu tersenyum
saja aku sudah bahagia.
Bahagiamu adalah dia. Teruslah melangkah ke depan, jangan
melangkah mundur kebelakang. Karena kamu akan melihatku disana. Dan bila hal
itu terjadi, aku takut kamu mengabaikanku, melewatkanku begitu saja. Dia lebih
sempurna. Aku mengerti, dan aku bukan gadis tak tahu diri yang tidak sadar akan
hal itu. Dan satu hal yang lebih aku mengerti dari laki-laki, dia selalu
melihat seorang wanita dari fisiknya, bukan dari hatinya. Padahal wanita
terkenal akan perasaannya yang begitu lembut. Tetapi disini, orang yang jauh tidak cantik dan tidak sempurna akan
terbengkalai oleh orang lain yang “lebih” sempurna darinya. Bukankah hidup
seperti itu?
Jika boleh berkata jujur, aku tidak bahagia melihatmu
bahagia bersamanya. Hanya orang-orang munafik yang berkata bahwa dirinya akan
bahagia melihat orang yang dia cintai bahagia bersama orang lain yang bukan
dirinya. dan aku, tidak merasakan hal itu ketika melihatmu bersamanya. Tetapi ada
satu hal yang aku rasakan, simalakama. Kamu tidak pernah melihat kesini,
kearahku. Sini, aku tunjukkan kebahagiaan yang tidak semu. Tetapi kamu lebih
memilih menjauh dariku dan mendekat kearahnya. Mungkin, kebahagiaanmu memang
jika bersamanya. Dan aku akan merasa memilikimu ketika aku sedang berjika-jika.
Jika saja kamu mencintaiku seperti aku mencintaimu, Jika saja aku dan kamu
dapat menjadi “kita”, Jika saja kamu tak mengenalnya dan kamu mengenal aku,
Jika saja kamu memilihku dan mengabaikannya, Jika saja kamu sedikit lebih peka,
Jika saja kamu membuat rasa ini bahagia melebihi kebahagiaanku. Tetapi, semua
hanya angan semu.
Karena itu semua, hanya “Jika”.
-Tink
Tidak ada komentar:
Posting Komentar