Untuk kamu yang selalu membuat hal-hal semu dalam hidupku,
Aku merindukanmu. Ini adalah sepatah kalimat yang tak bisa aku utarakan
kepadamu, bahwa aku lelah karena masih menunggumu. Aku dan Kamu memang sudah
terikat menjadi Kita, tapi bagiku.. semua itu tiada. Aku benci bila harus
mengakui ini, tapi.. aku tak mendapatkan apa yang aku inginkan bila bersamamu. Aku
hanya ingin kamu peduli, aku ingin kamu cemburu ketika aku menceritakan orang
lain, aku ingin kamu marah, aku ingin melihat seberapa berartinya aku dimatamu.
Tapi, aku tak mendapatkan hal itu darimu. Kamu begitu dingin, hingga air mataku
pun tak dapat mencairkan sikap dinginmu.
Aku takut jika semua ini hanya sesaat, karena harus kuakui
bahwa aku menyayangimu. Tapi bagaimana aku bisa melanjutkan perasaanku jika
kamu begitu abu-abu? Hingga kebahagiaan yang kamu beri padaku kurasa begitu
semu. Aku benci ini! Aku benci ketika aku harus menangis setiap kali tersakiti,
aku benci setiap kali aku harus menangis ketika kamu tak perduli. Aku memilikimu,
tapi aku merasa bahwa aku tak punya siapa-siapa. Aku memilikimu, tapi aku tetap
merasa sepi dan sendiri.
Aku begitu ragu dengan semua ini, bahkan aku pun tak
mengerti bagaimana hatimu. Yang aku mengerti hanyalah, aku harus bertahan dan
memberikan kesempatan. Sampai kapan aku bertahan dengan hal yang semu dan
menyakitkan?
Sesekali aku ingin melepasmu, tapi aku terlalu takut untuk
kehilangan. Namun, bagaimana mungkin aku melepasmu sementara aku sudah merasa
menyayangimu? Kadang, aku membaca ulang semua massage saat kita berteman dulu. Saat
Aku masih menjadi Aku, dan Kamu tetap Kamu. Itu semua begitu indah, hinggal hal
kecil dari semua itu dapat membuat aku tertawa karenamu. Tapi apakah kamu tau
apa yang aku rasakan setelah Aku dan Kamu telah menjadi Kita?
Kamu, selalu membuat air mata menetes bahkan ketika aku
enggan meneteskannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar