Kamis, 01 Mei 2014

Untuk Kamu..

Untuk kamu yang selalu membuat hal-hal semu dalam hidupku, Aku merindukanmu. Ini adalah sepatah kalimat yang tak bisa aku utarakan kepadamu, bahwa aku lelah karena masih menunggumu. Aku dan Kamu memang sudah terikat menjadi Kita, tapi bagiku.. semua itu tiada. Aku benci bila harus mengakui ini, tapi.. aku tak mendapatkan apa yang aku inginkan bila bersamamu. Aku hanya ingin kamu peduli, aku ingin kamu cemburu ketika aku menceritakan orang lain, aku ingin kamu marah, aku ingin melihat seberapa berartinya aku dimatamu. Tapi, aku tak mendapatkan hal itu darimu. Kamu begitu dingin, hingga air mataku pun tak dapat mencairkan sikap dinginmu.

Aku takut jika semua ini hanya sesaat, karena harus kuakui bahwa aku menyayangimu. Tapi bagaimana aku bisa melanjutkan perasaanku jika kamu begitu abu-abu? Hingga kebahagiaan yang kamu beri padaku kurasa begitu semu. Aku benci ini! Aku benci ketika aku harus menangis setiap kali tersakiti, aku benci setiap kali aku harus menangis ketika kamu tak perduli. Aku memilikimu, tapi aku merasa bahwa aku tak punya siapa-siapa. Aku memilikimu, tapi aku tetap merasa sepi dan sendiri.

Aku begitu ragu dengan semua ini, bahkan aku pun tak mengerti bagaimana hatimu. Yang aku mengerti hanyalah, aku harus bertahan dan memberikan kesempatan. Sampai kapan aku bertahan dengan hal yang semu dan menyakitkan?

Sesekali aku ingin melepasmu, tapi aku terlalu takut untuk kehilangan. Namun, bagaimana mungkin aku melepasmu sementara aku sudah merasa menyayangimu? Kadang, aku membaca ulang semua massage saat kita berteman dulu. Saat Aku masih menjadi Aku, dan Kamu tetap Kamu. Itu semua begitu indah, hinggal hal kecil dari semua itu dapat membuat aku tertawa karenamu. Tapi apakah kamu tau apa yang aku rasakan setelah Aku dan Kamu telah menjadi Kita?

Kamu, selalu membuat air mata menetes bahkan ketika aku enggan meneteskannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar