Saya
terjebak dalam cerita yang saya mulai sendiri. Saya selalu membiarkan Anda
mengacaukan kata-kata yang sudah saya urutkan, membiarkan Anda memenggal kepala
huruf-huruf yang sudah berbaris rapi itu. Entah dimulai dari kapan, dan entah
bagaimana perlahan-lahan perasaan ini semakin mendalam. Dan saya baru
menyadarinya sekarang. Dari dulu, ternyata hanya Anda yang mampu membuat Saya
bertahan menunggu hingga sejauh ini. Maafkan Saya. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf untuk
kesalahan terbesar Saya, yaitu mencintai Anda.
Ini semua tentang Anda, percayalah. Tentang perasaan kehilangan seseorang… yang mencintai orang lain. Ketika Anda telah menjadi miliknya, saya hanya bisa tersenyum pilu melihatnya. Mengucapkan “Happy Anniversary” kepada Anda setiap bulannya, berusaha berbahagia karena ternyata Anda sangat mencintainya. Dan kemudian saya hanya bisa menunggu, kapan tuhan akan menarik kebahagiaan Anda dengan Dia dan lalu perlahan kalian akan berbeda langkah.
Kita tak pernah tahu pasti kapan cinta datang, bukan?
Hanya ketika merasakannya, barulah kita tahu bahwa telah tiba waktunya untuk cinta. Dan ketika Saya merasakannya, sang waktu sedang tak berpihak. Saya sadar, begitu bodohnya Saya yang saat itu terus menunggu Anda, tanpa sedikit pun Anda memahaminya. Saya sadar, betapa bodohnya Saya ketika saya masih terus menunggu Anda ketika dengan sadar pula Saya tau, Anda memilikinya. Maafkan Saya karena begitu bodoh telah mencintai Anda dalam diam, karena Hati saya adalah "Rapuh" yang sebenarnya Saya kuat-kuatkan.
Perlahan-lahan, Tuhan mulai membuka jalan dan memainkan skenarionya. Dan kini Saya tau, Anda telah benar-benar berbeda langkah dengannya. Hingga akhirnya kalian mengalami perpisahan. Dan ketika itu pula saya sadar, tak seharusnya saya bahagia karena Anda telah melepasnya. Seharusnya saya lebih memahami, Jika Anda melepasnya, bukan berarti Anda akan menjadi milik Saya. Bodohnya Saya. Anda tak pernah mengerti, bahkan memahami. bahwa sebenarnya senyum Saya hanyalah tawa yang dipura-purakan.
Jangan pernah tanya, kenapa Saya bisa mencintai Anda. Karena bila hati bisa memilih, Saya tentu akan memilih orang lain untuk Saya cintai. Bukan Anda. Saya kira bisa dengan mudah melupakan Anda. Tapi hidup kini terasa berbeda karena menjalaninya seorang diri saja. Anda pergi, dan bahagia Saya tak kembali. Dan di suatu hari tak terduga itu, Saya hanya dapat tersenyum dan menangis pilu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar