Kamu yang membuat aku jatuh cinta, dan kamu pula yang membuat
cinta ini lara seperti serpihan kaca. Kamu yang membuat aku tersenyum, kamu
yang membuat aku tertawa. Namun secara sadar, kamu pula lah yang membuat aku
menangis. Seperti ibarat sebuah perahu, perahu yang bergerak tenang diatas
ombak namun tanpa sadar, ombak itu justru mampu menenggelamkannya~ begitulah
cinta, aku tahu bahwa cinta indah namun pasti akan menyakitkan nantinya. Seperti
perahu itu, pasti pengemudi perahu sudah tahu bahwa ombak mampu menenggelamkan
perahunya, namun dia tetap senang berlayar diatas ombak. Dan perahu itu, pasti juga
punya masa lalu. Entah masa lalu yang pahit, mungkin masa lalu seperti
kecelakaan perahu dan menewaskan banyak orang yang ikut berlayar diatasnya. Begitu
pula dengan aku, Masa lalu aku adalah kamu. Masa lalu kamu? Mungkin bukan aku.
Pasti bukan aku. Aku hanya dijadikan sebuah Figuran yang hanya “lewat” dalam
kehidupanmu, tanpa pernah kamu tahu bahwa Figuran itu ternyata adalah orang
yang menyayangimu~
-Tink
Dan tahu apa yang lebih menyakitkan lagi? Ketika orang yang kamu
sayangi tiba-tiba menghampirimu, bukan itu berbicara hal yang indah. Melainkan berbicara
hal pahit yang sama sekali belum diketahui kebenarannya. Dan ketika aku berada
diposisi itu, sangat sakit rasanya. Dia lebih percaya dan membela gadis yang
baru beberapa bulan kenal dengannya. Sedangkan aku? Sudah hampir satu tahun
kami dekat, tapi apa pilihannya? Sangat mengecewakan. Dan setiap orang, pasti
punya caranya masing-masing untuk mengungkapkan kekecewaan itu. Menjauh dan
menghindar, itu caraku mengungkapkannya.
Salah satu temanku pernah berkata, bahwa jika aku menghindar dan
menjauh, berarti aku bukan termasuk gadis yang kuat(dibaca kuat perasaan). Tak ada
yang salah memang, tapi bukankah menjauh adalah cara terbaik untuk masalah ini?
Jika aku kembali berbicara lagi dengannya tapi ternyata dia kembali mempercayai
orang yang bukan aku, bukankah itu sakit? Dan aku tak ingin memilih itu. Jika
ada satu pilihan terakhir, jika waktu bisa diputar ulang kembali, aku tidak
ingin kejadian pada tanggal 23 Oktober itu memecah belah “pertemanan” kita. Tapi
sayang, itu semua hanya Delusi. Sepadam lilin yang mati karena tertiup angin,
seperti itulah cinta ini berakhir~
-Tink